PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARYA ILMIAH MAHASISWA

Kuntum Annisa

Abstract


Masalah pokok dalam tulisan ini difokuskan pada upaya untuk meningkatkan kemampuan menulis mahasiswa dengan metode problem based learning. Mengingat bahwa untuk menghasilkan sebuah karya
ilmiah seperti buku atau jurnal memerlukan sebuah proses panjang seperti menggali ide, menemukan referensi, melakukan penelitian atau menganalisa, maka hambatan dan permasalahan sering tidak terhindarkan. Pembelajaran berdasarkan masalah merupakan pendekatan yang efektif untuk pengajaran proses berfikir tingkat tinggi. Pembelajaran ini membantu peserta didik untuk memproses informasi yang sudah jadi dalam benaknya dan menyusun pengetahuan mereka sendiri tentang dunia sosial dan sekitarnya. Pembelajaran ini cocok untuk mengembangkan pengetahuan dasar maupun kompleks. Tujuan dari pembelajaran berbasis masalah dikembangkan untuk membantu peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir, mengembangkan kemampuan memecahan masalah, keterampilan intelektual, dan menjadi peserta didik yang mandiri. Metode pembelajaran berbasis masalah terdiri atas 8 tahap yaitu menemukan masalah, mendefinisikan masalah, mengumpulkan fakta, menyusun hipotesis,melakukan penyelidikan, menyempurnakan permasalahan yang telah didefinisikan, menyimpulkan alternatif pemecahan masalah secara kolaboratif, dan melakukan pengujian hasil (solusi) pemecahan masalah. Berbagai problematika yang menjadi kendala mahasiswa dalam menulis karya ilmiah adalah (a) tidak berbakat, (b) kurangnya motivasi dan tidak percaya diri, (c) tidak fokus / kesulitan untuk memulai, (d) wawasan yang sempit, (e) kendala kebahasaan, (f) faktor eksternal dari mahasiswa. Untuk memecahkan persoalannya seyogianya diarahkan kepada upaya peningkatan kemampuan menulis dan kualitas karya tulis ilmiah, yaitu : (a) perlu dibentuk tim pembimbing, (b) perlu dibentuk forum pengkajian karya tulis ilmiah mahasiswa di setiap perguruan tinggi, (c) perlu dilakukan presentasi terlebih dahulu, (d) perlu diintensifkan lomba karya tulis ilmiah untuk mahasiswa, (e) perlu dilakukan workshop, (f) perlu dilakukan pembenahan dan penyempurnaan sarana sumber informasi untuk mahasiswa.

References


Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Presentasi Sosialisasi

Kebijakan Publikasi Ilmiah Pada Mahasiswa dari

www.dikti.go.id

Brotowidjoyo, M. D. (1985). Penulisan Karangan Ilmiah.

Jakarta: Akademika Pressindo.

Arends, I. Ricard. (2008). Learning To Teach “Belajar Untuk

Mengajar”. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Nur, Mohamad. (2008). Model Pembelajaran Berdasakan

Masalah. Surabaya : Pusat Sains dan Matematika

Perguruan tinggi Departemen Pendidikan Universitas

Negeri Surabaya.

Sudjana, Nana dan Rivai, Ahmad. (2005). Media Pengajaran.

Jakarta : Algesindo.

Hasibuan, J.J. dan Mujiono. (2004). Proses Belajar

Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Surakhmad, Winarno. (2002). Pengantar Interaksi Belajar

Mengajar. Bandung: Tarsito.

Sanjaya, Wina. (2006). Strategi Pembelajaran. Jakarta: Prenada

Media Group.

Ibrahim, H. Muslimin. (2000). Pembelajaran Kooperatif.

Surabaya : UNESA UNIVERSITY

Mustaji. (2009). Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis

Masalah dengan Pola Kolaborasi dalam Mata Kuliah

Masalah Sosial. Disertasi. Malang: Program

Pascasarjana UIniversitas Negeri Malang.

Trianto. (2011). Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi

Aksara.

M, Kartanegara. (2005). Seni Mengukir Kata: Kiat-Kiat

Menulis Efektif Kreatif. Bandung: Mizan Learning

Centre.

D, Mawardi. (2009). Cara Mudah Menulis dengan Metode 12

Pas. Jakarta: Raih Asa Sukses.

D, Iswidharmanjaya. (2006). Bila Anak Usia Dini Bersekolah.

Jakarta: Elex Media.

D, J. House. (2002). The Independent Effects of Student

Characteristics and Instructional Activities on

Achievement: An Application of the Input-Environment

Outcomes Assessment Model International Journal of

Instructional Media.


Comments on this article

View all comments
 |  Add comment